My Emir

Emir Abdillah Ramadhan, lahir 28 September 2008. Bayikusudah 1 tahun lebih, dan sedang lucu-lucunya dengan tubuhnya yang mungil, ketawanya dengan delapan gigi putih, dan hobinya main ciluk ba…

Add comment Oktober 23, 2009 innovi

Bolos karena anak

Kalau kemarin saya membuat tulisan berjudul ‘Rajin karena anak’ sekarang kebalikannya, harus bolos karena anak. Papanya Nina pelatihan di Bogor selama satu minggu berangkat 3 Agustus. Hari Senin seperti biasa saya antar ke sekolah, rewel tidak mau ditinggal, jadi saya temani sampai pulang. Pulangnya ada teman kantor yang antar pakai mobil. Kebetulan neneknya Nina ada di rumah, jadi setelah antar Nina, saya ke kantor lagi. Tapi pulang ke rumah sore, ternyata Nina panas. Jadi saya kasih obat turun panas. Malamnya dia masih panas. Selasa saya ijin untuk memantau kesehatan Nina. Panasnya sudah turun, jadi saya agak tenang dan berharap Rabu segalanya normal kembali. Eh, ternyata malam panasnya naik lagi malah disertai tidur gelisah dan nangis panggil-panggil Papanya. Saya jadi panik. Rabu pagi saya minta antar teman ke dokternya Nina di RS. Wahidin. Saya gak masuk kantor lagi. Alhamdulillah Nina tidak panas lagi, cuma sesekali mengeluh sakit perut. Hari kamis dia mau ditinggal, saya masuk kantor hanya setengah hari karena mertuaku gak bisa ngasih obat. Hari Jumat saya bawa tas pergi ke kantor, Nina teriak-teriak melarang…huhu, terpaksa harus bolos karena anak. Btw, tau gak diagnosa dokter atas penyakit Nina? Sakit biasa ditambah emosi psikologis karena kangen Papanya….cie-cie-cie. Bener-bener anak Papa.

Add comment Agustus 13, 2008 innovi
Tags:

Rajin karena anak

Tak terasa sudah tiga minggu Nina masuk playgrup. Setiap hari saya harus stel alarm jam 05.00. Alarm bunyi masih ada waktu menghilangkan rasa sepet di mata kira-kira setengah jam. Baru 05.30 berangkat ambil wudhu dan terus nyiapin bekal Nina dan sarapan Papanya. Pontang-panting sebelum jam tujuh harus bangunkan Nina, bikin susu, mandiin (tentunya sebelum itu saya dan Papanya juga harus siap mandi dan sarapan) dan tergopoh-gopoh memakaikan baju seragam  trus berangkat. Tidak pernah  tepat sebelum baris sampai  di TK. Pasti  sudah  beberapa  saat  baris baru kami datang. NIna sudah mau ditinggal sendiri, jadi jam 08.00 kami berdua sudah masuk kantor…siplah, jadi rajin karena anak. Dan jadi tidak banyak-banyak korupsi waktu gitu loh…biasanya, tahu sendirilah PNS, sudah gitu kantor kami kan bukan tempat pelayanan publik (artinya sunah mulai pagi-pagi, hee tidak wajib), sudah gitu PNS-nya peneliti pula, yang punya jadwal sendiri dalam melaksanakan kegiatan penelitian bahkan kadang ada yang telpon ke kantor cuma bilang…saya kerja di rumah, ngolah data… dan itu sah-sah saja. Kalau kami biasanya sebelum Nina sekolah, paling pagi jam 09.00 baru nongol. Seringnya sih jam 10.00. Korupsi 2 – 2,5 jam dari jadwal ya? Kan harusnya 07.30 mulai kantor sama seperti sekolah dimulai.

Sekarang ada bos baru di kantor kami…kayaknya sih disiplin, tapi kita lihat saja nanti. Yang jelas kami kan sudah jadi lebih rajin karena anak, hehe…Thanks to Nina.

Add comment Agustus 3, 2008 innovi

Nina lagi

Hari ini saya mengurus Nina sendirian. Papanya tugas luar ke Bantaeng. Dari malam sampai pagi tidak ada masalah yang berarti, sampai saya setrikakan seragamnya. Usai setrika Nina saya suruh ke kamar untuk disisir rambutnya. Tapi ternyata dia tetap di ruang setrika dan tak lama terdengar rengekannya, rupanya dia menyentuh setrika panas dengan jarinya. Sejak saat itu dia rewel sampai di sekolah. hari Jumat waktunya olahraga senam depan kelas. Tapi Nina ngelendot saja sama saya, bahkan tidak malu lagi ngenyot jempol seperti kebiasaannya di rumah. Terpaksa hari ini dia saya tunggui sampai pulang sekolah, karena setiap saya tidak tampak di matanya dia menangis memanggil saya. Setelah saya cerita tentang tragedi setrika panas dan bahwa saya cuma berdua di rumah dengan Nina, Bu Guru maklum akan kerewelan Nina. Mungkin ingat-ingat Papanya juga, kata Bu Guru.

Add comment Juli 18, 2008 innovi
Tags:

Nina masuk sekolah

Hari pertama Nina masuk sekolah. Jam setengah delapan sudah siap di depan kelas, berbaris. Dibandingkan dengan teman-temannya sesama playgroup, Nina termasuk mandiri. Ia langsung enjoy dan begitu masuk kelas juga sudah larut dalam mainannya. Setelah masuk kelas, anak-anak berdoa dan dibebaskan oleh bu guru untuk memilih mainan, sambil diarahkan. Nina milih mainan malam yang bisa dibentuk-bentuk. Tidak lama, jam setengah sepuluh, bu guru memimpin anak-anak membereskan mainannya dan antre cuci tangan. Kemudian anak-anak makan sama-sama setelah membaca doa. Setelah selesai makan, anak-anak dapat memilih mau mainan di kelas lagi atau di luar. Akhirnya anak-anak playgroup main di luar. Setelah itu pulang.

Hari kedua, kami agak terlambat mengantar Nina. Jam delapan baru sampai, tapi untung juga, rupanya bu guru bagi-bagi baju dulu sehingga anak-anak masih berbaris. Tidak lama anak-anak masuk. Saya sudah tidak terlalu membantu Nina. Rupanya bu guru membantu melepas sepatu dan Nina menyimpannya sendiri. Kemudian setelah anak-anak berdoa, saya dan Papanya Nina pamit ke kantor. Alhamdulillah, di hari kedua ini, anakku sudah mau ditinggal sendiri! Anakku memang hebat!

Saat pulang, Papanya yang menjemput. Papanya bilang, “Nina tadi protes, kenapa bu guru hanya ajak main-main saja, tidak pernah belajar dengan buku?” Papanya sempat menanyakan pada salah satu guru, ternyata seminggu pertama ini adalah masa orientasi di mana bu guru mengenali kemampuan masing-masing murid. Nanti di minggu kedua anak-anak akan belajar dengan buku. Mewarnai dan mengenal warna. Semoga saja, Nina tidak pernah bosan belajar dan bermain di sekolahnya.

Add comment Juli 15, 2008 innovi
Tags:

Persiapan masuk sekolah

Sungguh ribet juga mempersiapkan batita sekolah. Saya membeli semua keperluan Nina di mal. Tas sekolah, tempat bekal, tempat minum, sepatu, kaus kaki. Selain itu saya juga menukar anting-anting bayinya dengan anting yang lebih besar. Wah, mukanya langsung berubah…anakku memang sudah besar! Payahnya saat memilih tas atau sepatu dan anting. Tentunya kan perlu waktu untuk pilah-pilih…tapi ternyata anaksekecil itu belum merasa hal itu adalah hal yang fun. Ia terus merengek dan merengek minta cepat-cepat mandi bola! Memang selama ini mal bagi Nina adalah identik dengan mandi bola.

Sekarang seluruh persiapan sudah lengkap. Tinggal hari H besok. Nina yang mau sekolah, mak-nya yang deg-degan menanti hari H. Semoga anakku hepi di sekolah pertamanya dan menikmati harinya dengan baik.

Add comment Juli 13, 2008 innovi
Tags:

Hamil dan marah-marah

Saat hamil, emosi seperti gampang memuncak. Pada dasarnya saya orang yang jarang marah, tapi sekali marah bisa jadi jelek sekali. Tapi emosi negatif seperti ini seharusnya dihindari ketika hamil. Kasihan si kecil di perut terkena imbasnya. Saat kehamilan ini, saya biasa marah-marah ketika Nina berulah. Maklum, putri saya itu semakin mendekati HPL adiknya semakin suka berbuat aneh-aneh. Saya juga marah-marah kemarin karena keponakan yang kebetulan sedang menumpang di rumah untuk daftar kuliah. Kami bertiga (saya, suami dan Nina) pulang kantor tapi rumah terkunci, jendela terbuka dan sikeponakan itu entah di mana. Siapa yang tidak kesal coba. Kalau dia itu keponakan saya sendiri, pasti sudah habis saya semprot. Tapi karena keponakan dari pihak suami, saya tahan-tahan karena kalau marah saya biasanya pedas sekali. Akibatnya marah yang tertahan itu jadi luapan tangis jengkel. Kejengkelan merambat ke suami juga yang cuma menegur keponakannya tak sebanding dengan kesalahannya.

Add comment Juli 11, 2008 innovi

Sakit lagi

Hari ini saya, mamanya nina, gak masuk kantor. Apalagi kalau bukan kena flu lagi. Daripada di kantor cuma baring-baring gak jelas di karpetnya Nina, mending istirahat di rumah. Tadi malam sudah minum Imforce, ini sisa obat waktu sakit di kehamilan tiga bulan. Kata dokter, obat ini penambah daya tahan tubuh. Kan kalau lagi hamil gak boleh sembarangan minum obat. Trus tadi pagi sehabis sarapan saya minum Vitalong-c. Moga-moga besok sudah agak baikan. Hitung-hitung, saya sudah tiga kali kena flu selama kehamilan ini. Moga-moga tidak ngefek pada si kecil.

Add comment Juli 9, 2008 innovi
Tags: ,

Doa agar anak cerdas

Anak saya senin depan tanggal 14 juli mulai masuk sekolah. Memang baru di playgroup, tapi saya sudah punya doa yang bisa dipanjatkan para orang tua agar anaknya dapat menangkap pelajaran dengan baik. Di sini saya ingin berbagi doa tersebut yang saya dapatkan dari sebuah buku:Menjadi Orangtua Bijak, maaf saya lupa penerbit dan pengarangnya.

Setiap selesai sholat, membaca al fatihah dilanjutkan dengan doa:

Allahummarzuqnaa warzuq aulaadanaa wadzurriyyatinaa fahman-nabiyyiin wa hifzhal-mursaliin, wa ilhaamal-malaa’ikatil-muqarrabiin, waj’alnaa wa iyyaahum min ahlil-’ilmi wal khair, walaa taj’alnaa wa iyyaahum min ahlisy-syarri wadh-dhair.

Artinya:

Ya Allah, berilah kami, anak-anak kami, dan keturunan kami pemahaman seperti pemahaman para nabi, hafalan seperti hafalan para rasul, dan ilham (penghunjaman ilmu) seperti (yang didapat) para malaikat yang didekatkan (kepada-Mu). Jadikan kami dan mereka termasuk ahli ilmu dan kebaikan. Jangan jadikan kami dan mereka termasuk ahli kejahatan dan kesesatan.

Kemudian baca shalawat nabi, diakhiri bacaan hamdalah.

InsyaAllah, dengan tulus dan penuh keikhlasan, anak kita akan terbantu melalui doa kita. Amiin.

Add comment Juli 8, 2008 innovi

Tentang aku

Aku seorang perempuan sederhana yang senang menulis dan membaca. Melalui media ini aku ingin mengungkapkan perasaan dan keinginan serta opini mengenai apapun yang ingin kukomentari. Tentunya dari sudut pandang aku sebagai seorang perempuan sederhana…

Oya, aku punya seorang anak perempuan berusia 3 tahun yang sedang nakal-nakalnya. Namanya Nina. Saat ini Nina tengah menantikan adiknya yang baru berusia hampir tujuh bulan di kandungan. Papa Nina adalah seorang laki-laki suku Bugis, dan aku sendiri perempuan Jawa. Kami semua tinggal di Makassar.

Add comment Juli 7, 2008 innovi

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

Februari 2010
S S R K J S M
« Okt    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Most Recent Posts